YudaHarja.Com

personal weblog
January 1st, 2008

Tahun Baru, Antara Masa Lalu dan Masa Depan

newyearHari demi hari berlalu, jam demi jam berlalu, menit demi menit berlalu, detik demi detik berlalu, dan detik ke-59 pada tanggal 31 Desember 2006 jam 23 lebih 59 menit adalah detik terakhir yang terjadi di tahun 2006. Setelah detik ke-59 tersebut, kalender masehi telah berganti tahun menjadi 2007.

Entah telah berapa banyak hal yang telah kita lakukan di tahun 2006 yang abru berlalu, berapa banyak yang merupakan tindakan yang baik, dan berapa banyak pula yang termasuk tindakan yang buruk. Sepertinya kita tidak mampu menghitungnya, entah karena terlalu banyak atau karena kita tidak pernah melakukan apa-apa, sehingga tidak ada yang dihitung.

Masa lalu tidak akan pernah datang kembali di masa yang akan datang. Masa lalu hanya datang sekali, dan kita telah melaluinya, entah memberikan kesan yang baik atau buruk, entah memberi manfaat atau tidak, entah melukai hati orang lain atau tidak, entah mendatangkan hasil atau sia-sia, kita tidak perlu takut untuk mengakuinya, karena itulah sejarah hidup kita, yang mana kita tidak mampu mengubah sejarah itu.
Berbeda ketika kita sedang membuat artikel, cerpen, ataupun tulisan lainnya, jika kita merasa ada yang kurang tepat, kurang pas, kurang keren, kurang mantap, maupun kurang tanda koma, kita masih bisa memperbaikinya.

calendarNamun ketika berbicara tentang sejarah hidup kita, kita hanya bisa mengingat sejarah hidup kita yang telah berlalu. Namun apakah itu yang dinamakan dengan manusia? Manusia mempunyai kemampuan untuk berfikir, kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, ataupun kemampuan untuk sekedar membedakan mana yang bisa dimakan dan mana yang tidak.

Manusia yang baik adalah manusia yang selalu instropeksi diri masa lalu dan membuat rencana hidup masa depan. Instropeksi diri adalah bagian dari evaluasi atas segala hal yang telah kita lakukan untuk nantinya dilakukan perbaikan di masa yang akan datang, yang akan kita tuangkan rencana perbaikan itu pada rencana hidup kita.

Masa lalu telah berlalu, masa depan siap menghadang, dan saat ini kita hidup di masa sekarang. Mari kita siapkan rencana-rencana kita untuk masa depan kita, mari kita tuangkan ide-ide besar kita untuk masa depan kita, mari kita siapkan diri kita untuk menuju masa depan, selagi masa depan masih belum menghampiri kita.

Jika di masa depan, kita ingin menjadi seorang presiden, maka kita siapkan diri kita mulai sekarang, apa saja yang diperlukan untuk menjadi seorang presiden. Bila kita ingin menjadi seorang Sekjen PBB, apa bekal yang harus dimiliki. Jika kita ingin menjadi seorang pengusaha tingkat internasional, apa yang harus disiapkan mulai sekarang. Semua keinginan kita harus kita rencanakan, jangan sampai kita gagal dalam merencanakan, karena jika kita gagal dalam merencanakan masa depan kita, maka kita telah merencanakan kegagalan kita di masa depan.

Kembali berbicara tentang sejarah, harus kita pahami dengan baik dalam diri kita bahwa sejarah kita di masa depan belum tertulis, dan kita masih sanggup untuk menulisnya dengan tinta emas. Masa lalu adalah sejarah yang telah kita lalui, masa sekarang adalah sejarah yang sedang kita lalui, dan masa depan adalah sejarah yang akan kita lalui. Wallahu a’lam bisshowab.

(catatan di awal tahun 2008)

  • Share/Bookmark

Leave a Reply