Seminar Marketing Alternatif Kafi Kurnia
Pada hari Selasa 5 Mei 2009 kemarin, saya berkesempatan menghadiri Seminar Marketing Alternatif (Kafi Kurnia) yang diselenggarakan oleh Forda UKM. Turut hadir juga Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur. Saya hadir di acara tersebut bersama dengan beberapa rekan dari TDA.
Dalam kesempatan kali ini, saya ingin berbagi beberapa poin yang saya dapatkan dari pembicara seminar, yaitu Bapak Kafi Kurnia. Beliau menyampaikan topik tentang Marketing Alternatif.

Ada 8 poin penting yang perlu mendapatkan perhatian utama:
1. Kita mulai dengan strategi.
Marketing is all about strategy. Berbicara tentang strategi, maka kita akan menyinggung masalah “tempelan” atau label yang tertera pada produk kita. Misal mau jualan air. Air per-liternya bisa mempunyai harga yang berbeda-beda. Air PDAM mgkn cuma beberapa ratus rupiah, air minum kemasan harganya bisa mencapai 2000-an rupiah. Dan rekor tertinggi harga air di dunia adalah air hawai (400 USD ) -konon diambil beberapa km di bawah permukaan air di hawai sehingga sangat murni-.
2. Strategi yang lugas.
Jarak terpendek dari 2 buah titik adalah garis lurus. Pesan yang bisa diambil adalah kalau berfikir, jangan njelimet/rumit. Yang gampang-gampang aja.
3. Think different – berfikir terbalik.
Kalau ilmu marketing mengajarkan 4 P (produk, price, place, promotion) atau bisa dikatakan “cocok dulu baru suka”, cocok sama produknya, harganya, tempatnya, promosinya, maka saya beli. Kalo berfikir terbalik, maka kita coba berfikir terbalik “suka dulu baru cocok”.
Dijual produk jelek (kalo gue suka, emang kenape?), harganya mahal (emang loe kira gua gak punya duit?), tempatnya jauh (gua punya jet pribadi, mau ape loe?), promosinya ancur-ancuran (gua kagak peduli!).
4. Revolution not differentiation.
Sekarang bukan lagi zamannya diferensiasi, tapi revolusioner. Bagaimana cocal-cola bisa bertahan lama hingga saat ini? Sejak dulu produknya coca-cola ya itu-itu aja, tapi yang beda adalah “message” (pesan/komunikasi). Coca-cola itu sendiri sebenarnya tidak jualan produk minuman tapi jualan ide revolusioner, yaitu “semangat”.
5. Punk marketing – berdayakan kompetitor.
Kadangkala kompetitor dapat menjadi teman. Misal, ada seorang pegawai perusahaan X yang berteman dengan perusahaan Y (perusahaan X adalah kompetitor perusahaan Y) di-PHK. Terus pegawai tersebut kontak perusahaan Y, bilang mau gabung dan bawa rahasia perusahaan X. Yakin dech, perusahaan Y akan menampung pegawai tersebut dan gajinyapun lebih tinggi.
6. Pyro marketing – mulut ke mulut.
Harus diakui, proses marketing yang paling efektif adalah marketing mouth-to-mouth (dari mulkut ke mulut). Saya teringat bagaimana mesin pencari Google jadi nomor 1 di dunia, padahal gak pernah pasang iklan. Tapi itu semua juga harus diimbangi dengan kualitas produk yang luar biasa.
7. Disruption.
Bikin kekacauan, bukan dengan memukul langsung kompetitor kita (yang mungkin levelnya besar banget) tp cukup g oyang tempat pijakan kompetitor kita.
Di Indonesia saat ini untuk produk mie instan, ada 2 raksasa. Gimana kita mau bersaing dengan raksasa? Goyang aja tuh pijakannya, bikin mie yang lebih enak (wajib!!!), trus “racuni” karyawan mereka, kasih gratis suruh nyoba mie kita, dan biarkan mereka menilai bahwa mie kita memang lebih enak. Yakin dech, mereka udah gak pede dengan produk yang mereka jual.
Note: Pak Kafi Kurnia ini sedang menangani marketing “Salam Mie”. [link]
8. Marketing penasaran.
Bikin orang lain jadi penasaran terhadap produk kita, syukur-syukur kalo ketagihan. he..he..he..




May 8th, 2009 at 11:39 am
ora ono maneh tah seng gratisan???