Perjuangan Melawan Hujan, Angin, Banjir dan Ranjau
Sepertinya baru tadi sore saya mengalami perjuangan yang cukup berat. Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur kota Surabaya menjadi tantangan awal untuk menjemput adik dan kembali ke rumah dengan selamat. Beruntung bawa jas hujan, kalau enggak bawa, bisa basah kuyub dan menggigil nih.
Awalnya ketika melewati daerah kampus B sekitar jam 3 sore, hujan mulai turun. Saya langsung pake jas hujan. Semakin lama semakin deras, hingga ketika melewati daerah bratang, hujan disertai angin kencang “menghajar” para pengguna jalan, termasuk saya. Beberapa pohon, tiang listrik dan papan reklame bertumbangan. Pandangan mata ke depan hanya sekitar 10 meter, karena begitu lebatnyanya hujan dan kencangnya angin. Dalam sekejap, jalan raya pun berubah menjadi sungai. Dan kemacetanpun tak dapat terhindarkan.
Akhirnya dengan perjuangan yang berat tiba juga di sekolah adik saya. Adik sudah menunggu dengan kondisi basah kuyub, meski sudah berteduh. Kami berdua langsung pulang, di bawah amukan hujan deras dan angin. Aku mengendarai sepeda motor dengan perlahan, kecepatan maksimum 40 km/jam. Padahal biasanya bisa mencapai 80 km/jam. Yang menjadi prioritas utama saat berkendara motor adalah harus berhati-hati dan menjaga jangan sampe mesin motor mati. Alhamdulillah akhirnya bisa tiba di rumah dengan selamat.

Perjuangan berat ternyata bukan hanya melawan hujan dan angin, tapi juga ditambah banjir dan ranjau. Entah kenapa hingga saat ini Surabaya selalu banjir ketika hujan, bahkan jalan-jalan utamapun tergenang. Apa sich kerjaannya pemerintah kota Surabaya? Mengatasi banjir yang tiap tahun datang kok gak bisa-bisa. Apa cuma bisa mengusir para PKL dan rumah liar namun tanpa solusi dan kompensasi bagi korban pengusiran (penggusuran)?
Selain banjir, ternyata jalan-jalan di Surabaya mulai memunculkan ranjau darat, alias lubang pada jalan. Entah sudah berapa korban yang berjatuhan karena jalan yang berlubang, namun sepertinya hanya dibiarkan saja. Buktinya sampe sekarang masih banyak tuh jalan yang berlubang. Entah apa kesibukan pemerintah kota, yang jelas sampe sekarang lubang-lubang masih banyak dan dibiarkan. Apa tidak mampu mengatasi ranjau?
Kapan ya Surabaya bebas banjir dan ranjau?
Referensi:
- gambar diambil dari http://surabaya.detik.com/images/content/2008/12/13/473/hjan1B.jpg




December 18th, 2008 at 12:11 am
apa ya yg bisa dinikmati dari banjir..???
December 23rd, 2008 at 12:32 pm
#faizal mahdi: yg bisa dinikmati … kebesaran Allah SWT
December 27th, 2008 at 4:06 am
kerjaannya pemerintah , , persiapan pemilu deh kayaknya .
klo mati lampu gmn ? sering g ?
December 28th, 2008 at 2:02 pm
#ahmad sheva: kalau lampu mati, jarang kok.