Merdeka!!!
“Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l., diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jakarta, hari 17, bulan 8, tahun 45”, demikian rumusan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dibacakan pada 63 tahun yang lalu.
Usia 63 tahun sudah diinjak negeri ini, dengan segala dinamikanya. Pada tahun 1945, kemerdekaan dipekikkan sebagai pertanda terlepas dari cengkeraman penjajah. Dan sejak itu dimulailah perjalanan panjang negeri ini hingga mencapai usia kemerdekaan yang ke-63.
Bangsa Indonesia telah menjalani sejarah panjang yang sangat menentukan dalam waktu lebih dari enam dekade ini dengan sebuah perjuangan yang berat dan kritis. Setelah lepas dari penjajahan Belanda dan Jepang selama tiga setengah abad, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Peristiwa itu terjadi 63 tahun yang lalu.
Kebangkitan ini berjalan hingga tahun 1959 ketika upaya untuk membangun bangsa yang demokratis dan berkeadilan mengalami kebuntuan dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang menandai awal diktaktorisme di Indonesia. Orde Baru muncul pada tahun 1966 tetapi ternyata hanya merupakan sebuah perpanjangan tangan kekuasaan militer yang benih-benihnya sudah mulai bersemi pada masa Orde Lama.
Pada tanggal 21 Mei 1998 bangsa Indonesia mengukir kembali harapannya untuk hidup dalam suasana yang mampu memberi harapan ke depan dengan digulirkannya Reformasi Nasional yang didorong oleh perjuangan mahasiswa dan rakyat. Reformasi Nasional pada hakekatnya adalah sebuah kelanjutan dari upaya mencapai kemerdekaan, keadilan dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia dari perjuangan panjang yang telah ditempuh selama berabad-abad.

Selama 10 tahun era Reformasi telah berjalan. Namun, kondisi bangsa tak kunjung memuaskan. Para tokoh maupun pemimpin (politik) di negeri ini saling berebut kekuasaan, mengaku paling memahami apa itu nasionalisme, merasa paling berhak untuk memimpin negeri ini, saling “perang urat syaraf” dengan politikus yang lain, memberikan janji-janji perbaikan yang telah terbukti gagal di masa sebelumnya, serta banyak hal lainnya yang tidak mencerminkan kedewasaan.
Semoga di usia kemerdekaan yang telah 63 tahun ini, masih ada harapan akan adanya perbaikan di negeri ini. Semoga momentum peringatan hari kemerdekaan kali ini, mampu menjadi tonggak terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah – Pencipta Alam semesta.




Leave a Reply