Gerhana Bulan 17 Agustus 2008
Bersamaan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2008, masyarakat Indonesia juga bisa menikmati peristiwa Gerhana Bulan Sebagian (GBS). Peristiwa GBS kali ini juga tepat pada malam pertengahan bulan Sya’ban, bulan ke-9 dalam penanggalan Hijriah/Arab yang biasa diperingati sebagian pemeluk Islam sebagai malam Nisyfu Sya’ban, bulan ke-9 dalam penanggalan Arab/Hijriah.

GBS di Indonesia akan tampak pada tanggal 17 Agustus 2008 mulai pukul 01.24 bbwi dini hari saat Bulan hampir tenggelam di ufuk barat. GBS 17 Agustus 2008 sekaligus juga menjadi gerhana terakhir di tahun 2008.
Gerhana Bulan dapat diamati lebih dari 3 jam antara pukul 2.36-5.45 bbwi dengan puncaknya pada pukul 4.10 bbwi. Peristiwa kali ini merupakan Gerhana Bulan Sebagian sehingga tidak semua cahaya bulan tertutup bayangan bumi. Bulan yang seharusnya bersinar penuh dan bulat karena sedang dalam fase purnama, saat itu menjadi gelap di bagian bawahnya.
Pada gerhana kali ini, tidak seluruh bagian Bulan terhalangi dari Matahari oleh Bumi. Sedangkan sebagian permukaan Bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan Bulan.
GBS tanggal 17 Agustus 2008 akan dimulai pada pukul 1:24:49 dini hari saat kontak pertama terjadi yakni ketika Bulan memasuki penumbra Bumi. Pengamatan bisa dilakukan saat Bulan memasuki umbra pada jam 2:36:07 bbwi saat Bulan memasuki umbra. Puncak gerhana bulan sebagian akan terjadi pada pukul 4:10:09 bbwi dini hari ketika Bulan sudah bergerak ke arah barat magnitud mencapai 0.8076 magnitud. Dan saat bulan keluar dari umbra Bumi pada pukul 5:44:16 bbwi, Bulan sudah berada di ufuk Barat akan tenggelam dan pagi pun menjelang. Pukul 6:57:06 bbwi, Bulan akan keluar dari bayangan penumbra. Lamanya GBS pada 17 Agustus 2008 berkisar 3 jam 8 menit.
Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.
Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi.
Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat. Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.
Referensi:




December 16th, 2008 at 4:24 pm
salam kenal,
wah, ada tulisan tentang gerhana. saya juga punya, mampir ya kalo sempet